Sepatu NAH Project: Catatan Seorang Desainer Grafis yang Suka Sneaker
Daftar Isi
ToggleSepatu Nah Project
Sepatu nah project – Sebagai desainer grafis yang sehari-hari bermain di ranah logo, tipografi, dan identitas merek, saya jarang (tapi suka) ikut-ikutan bahas produk fesyen. Kali ini saya coba rangkai pengalaman—plus sedikit analisis branding—tentang sepatu NAH Project. Santai saja bahasanya, ada sarkasme kecil, dan sesekali saya pakai istilah agak formal biar tetep “profesional”, tapi nggak lebay.
Kenalan Singkat: Apa itu NAH Project dan FlexKnit?
NAH Project adalah brand sepatu lokal asal Bandung yang melambung berkat lini knit mereka bernama FlexKnit. FlexKnit dikembangkan agar cocok untuk iklim tropis: lebih elastis, lebih tipis, lembut, dan menurut klaim mereka lebih banyak kandungan katun pada helai rajutnya sehingga “lebih adem” ketika dipakai di negara dengan cuaca panas. Versi pertama FlexKnit sempat ludes terjual dalam waktu sangat singkat saat peluncuran awalnya.
Sebagai catatan pribadi: kalau saya ngomong soal teknis serat dan komposisi bahan yang sangat mendalam—maaf—itu bukan spesialisasi saya. Saya paham desain produk dari sudut pandang visual, packaging, dan positioning, bukan ilmu tekstil sampai molekul. Jadi kalau ada istilah teknis yang saya agak longgar, itu karena saya memilih jujur bilang “saya nggak tahu detail itu” daripada sok tahu.
Ketika Sepatu Lokal Dipakai Presiden
Salah satu titik balik NAH Project adalah ketika Presiden Joko Widodo tampak memakai model Yoga FlexKnit V2.0 pada acara We The Fest 2018. Momen ini langsung bikin perhatian publik melonjak—brand lokal jadi bahan obrolan nasional, bahkan internasional. Peristiwa semacam ini bukan cuma soal estetik; ada efek branding yang nyata: trust, awareness, dan impresi “kualitas” meski harga relatif terjangkau.
Dari perspektif branding, itu contoh nyata bagaimana endorsement (formal atau informal) dapat mengubah persepsi publik. Ada juga literatur yang membahas pengaruh brand ambassador pada brand image—bahwa figur terkenal bisa meningkatkan kredibilitas dan perhatian terhadap merek.
Cerita di Balik Kesuksesan NAH Project
Brand sepatu asal Bandung ini berhasil mencuri perhatian publik setelah sepatunya dikenakan oleh orang nomor satu di Indonesia. Berkat momen ini, penjualan mereka meningkat hingga 400% dalam waktu singkat. “Jokowi Effect” memang nyata adanya, ya!
NAH Project didirikan pada tahun 2017 oleh Rizky Arief Dwi Prakoso. Menariknya, nama “NAH” ternyata diambil dari nama anak mentor Rizky, yaitu Nara Agria Harlanda, sebagai bentuk penghargaan terhadap Yukka Harlanda, CEO Brodo yang banyak membimbingnya dalam bisnis sepatu. Filosofi ini menunjukkan bagaimana NAH Project berdiri dengan rasa hormat dan penuh makna.
Produk & Harga: Realita untuk Pembeli (dan Desainer yang Kepo)
NAH Project menawarkan beberapa produk dengan fokus pada sneakers bersol karet, plus apparel seperti kaus dan hoodie. Untuk kisaran harga: hoodie bisa mulai sekitar Rp200.000, sneakers standar mulai di kisaran Rp300 ribuan, sedangkan seri FlexKnit diposisikan lebih premium—mulai sekitar Rp400 ribuan pada awal perilisannya. Sekali lagi ini kisaran, karena diskon dan marketplace sering mengubah angka jual.
Kalau kamu mau lihat langsung, mereka punya situs dan akun Instagram aktif; itu biasanya juga jadi kanal transaksi dan info pre-order. (note: kalau mau beli, cek situs resmi atau marketplace terverifikasi supaya nggak kena penipuan—NAH Project sendiri pernah mengingatkan soal hal ini di akun resminya).
Ciri Khas dan Strategi Kreatif
NAH Project terkenal karena kualitasnya yang tidak main-main. Mereka menggandeng pabrik yang biasa memproduksi sepatu untuk pasar internasional, sehingga standar produksinya jelas terjaga.
Dari sisi desain, mereka selalu berinovasi dengan siluet yang nyaman dan estetis, seperti kolaborasi dengan ilustrator Indonesia, Kevinswork, yang meluncurkan sepatu bertema “Don’t Keep It To Yourself”. Sepatu ini membawa pesan tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dan langsung ludes hanya dalam 30 menit saat diluncurkan di tengah pandemi.
Dari Sudut Pandang Desainer: Apa yang Bisa Dipelajari dari NAH Project?
- Storytelling sebagai Produk
NAH Project gak cuma jual sepatu; mereka jual cerita—proses produksi, bahan, dan transparansi harga. Bagi kita yang merancang visual identity, ini pelajaran penting: cerita memperkuat logo. Kalau logo Anda cantik tapi brand tak punya narasi, susah bikin koneksi emosional. - Transparansi Harga = Diferensiasi
Mereka mempraktikkan transparansi harga (menunjukkan komponen biaya). Sebagai desainer, saya suka pendekatan ini karena mengurangi jarak antara pembuat dan pembeli—mirip estetika “jujur” dalam visual: tipografi sederhana, palet bersih, tanpa basa-basi. Ini strategi positioning yang cerdas untuk pasar lokal. - Kolaborasi & Royalti — Pelajaran Negosiasi
Dalam perjalanan produk, pernah ada kolaborasi (mis. Yoga Arizona series). Nanti model berubah (V3 misalnya hilangkan embel-embel kolab), yang mungkin terkait isu royalti atau arah brand. Desainer perlu paham: kolaborasi bagus untuk exposure, tapi kontrak dan ekspektasi harus jelas supaya identitas brand tetap terjaga. (Kalau soal royalti, saya nggak ngaku ahli hukum—tanya lawyer ya.)
Tantangan & Peluang: Apa Selanjutnya untuk NAH Project (dan Untuk Desainer yang Ikut Jalan)
- Riset untuk produk olahraga: NAH Project pernah bilang mau kembangkan sepatu untuk olahraga (mis. basket), tapi itu butuh riset, finansial, dan pengujian intensif. Sebagai desainer, saya tahu estetika harus berbarengan dengan fungsionalitas—kalau mau bikin sepatu performance, jangan cuma cantik, harus aman dan nyaman.
- Skalabilitas produksi: Fendering produksi di beberapa kota (Bandung, Surabaya, Tangerang) dan impor material tertentu menunjukkan tantangan supply chain. Desainer brand harus siap atur visual yang tetap konsisten meski produksi tersebar.
Pengalaman Pengguna dan Rencana ke Depan
Banyak pengguna memuji kenyamanan dan desain unik dari NAH Project. Bahkan, nama-nama besar seperti Najwa Shihab, Sandiaga Uno, hingga Erick Thohir telah menjadi konsumen setia mereka. Ke depannya, NAH Project berencana membuka gerai fisik di Bandung dan menargetkan ekspansi ke pasar global pada 2025. Jadi, buat kamu yang suka sneakers lokal berkualitas, NAH Project wajib masuk wishlist!
Penutup — Sedikit Jokes & Aksi Nyata
Kalau kamu tanya ke saya apakah sepatu nah project layak dipakai untuk ‘ngampus + ngopi + meeting klien’? Jawabannya: iya, asal kamu nggak drama keringetan saat presentasi panjang—FlexKnit katanya adem, jadi cocok untuk iklim kita. Kalau mau gaya ekstra, pakai kaos polos yang warnanya matching dengan sol—biar fotomu di Instagram terlihat seperti katalog (sok-sokan desainer). 😅
Kalau kamu mau baca lebih jauh: ada liputan feature di Majalah Mainbasket yang jadi salah satu sumber kronologis cerita pendiri, serta artikel berita terkait momen Pak Jokowi yang menaikkan pamor brand. Link resmi dan akun Instagram NAH Project juga aktif untuk update produk dan pre-order.
FAQ
1. Apa itu NAH Project dan apa yang membuatnya berbeda dari brand lokal lain?
NAH Project adalah brand sepatu lokal asal Bandung yang dikenal lewat inovasinya pada material rajut bernama FlexKnit. Material ini dirancang agar cocok untuk iklim tropis Indonesia—lebih adem, fleksibel, dan ringan saat dipakai. Selain itu, NAH Project menerapkan transparansi harga, sehingga pembeli bisa memahami komponen biaya produksi secara jujur dan terbuka.
2. Berapa kisaran harga sepatu NAH Project, terutama seri FlexKnit?
Harga sepatu NAH Project umumnya mulai dari Rp300 ribuan, sementara seri FlexKnit berada di kisaran Rp400 ribuan ke atas. Harga apparel seperti hoodie biasanya mulai dari Rp200 ribuan. Tentu harga bisa berubah tergantung rilis terbaru, promo, atau penyesuaian produksi.
3. Apa benar Presiden Jokowi pernah memakai sepatu NAH Project?
Iya, benar. Presiden Jokowi pernah terlihat memakai NAH Project YAS V2.0 di acara We The Fest 2018. Momen ini menjadi viral dan sangat membantu meningkatkan awareness brand NAH Project secara nasional. Ini juga jadi salah satu turning point terbesar dalam sejarah brand tersebut.
4. Apakah NAH Project berencana membuat sepatu olahraga seperti basket?
Pihak NAH Project mengaku ingin membuat sepatu olahraga, termasuk basket, namun proses riset dan pengembangan untuk kategori tersebut jauh lebih rumit dan memakan biaya besar. Mereka masih dalam tahap mengumpulkan modal dan melakukan riset untuk kemungkinan produk sport di masa depan.
5. Di mana pembeli bisa melihat dan membeli produk NAH Project?
Produk NAH Project dapat dilihat melalui situs resmi nahproject.com dan akun Instagram mereka @nah.project. Selain itu, beberapa produk juga biasanya tersedia di marketplace tertentu, namun pembeli disarankan membeli di kanal resmi untuk menghindari produk tiruan.
Artikel – sepatu nah project
Penulis
reziart
Reza Pahlevi, juga dikenal sebagai reziart, adalah seorang penulis dan desainer grafis di Vectorinesia.com. Dia adalah pemilik Vectorinesia Studio dan Toko Amanasnack. Cita-citanya adalah membuat UMKM Indonesia memiliki brand visual yang keren dan bersaing global. Misi utamanya adalah memberikan jasa desain logo terjangkau melalui Jasa Desain Logo di Studio Vectorinesia. Reza memiliki pengalaman dalam menjual aset grafis di berbagai website microstock terkenal.

